
KOMPAS100 menjadi barometer kinerja saham unggulan sekaligus ekosistem kolaboratif yang membuka peluang bertumbuh bagi seluruh pelaku pasar modal Indonesia.

KOMPAS100 adalah indeks yang mengukur kinerja harga 100 saham dengan kapitalisasi pasar relatif besar, likuiditas tinggi, serta fundamental yang dinilai baik. Bursa Efek Indonesia (BEI) mengelola indeks ini dan mengembangkannya bersama Kompas Gramedia Group.
KOMPAS100 dapat digunakan sebagai benchmark untuk membaca kinerja kelompok saham besar dan likuid, membandingkan kinerja portofolio, menyaring investable universe, serta menjadi acuan pengembangan produk berbasis indeks.

Keanggotaan dapat meningkatkan visibilitas saham di mata investor, analis, media, dan pelaku pasar, memberi emiten pembanding, serta mendorong perhatian pada likuiditas dan kualitas pasar saham.

Investor dapat menggunakan KOMPAS100 sebagai benchmark, alat pembanding kinerja portofolio, penyaring awal saham besar dan likuid, serta referensi untuk produk investasi berbasis indeks.

Bagi eksekutif, KOMPAS100 dapat menjadi radar untuk membaca perubahan kepemimpinan sektor, benchmark terhadap perusahaan sejenis, serta konteks bagi thought leadership korporasi.
Metodologi indeks kami mencakup prinsip seleksi yang ketat dan rumus perhitungan yang transparan. Rebalancing saham akan dilakukan sesuai jadwal yang telah ditentukan, dengan tanggal efektif yang akan segera diumumkan. Untuk informasi lebih lanjut tentang evaluasi mayor dan minor, serta pembaruan terkini, kunjungi halaman Indeks kami.

Selama 16 tahun, KOMPAS100 CEO Forum menjadi ruang dialog strategis yang mempertemukan antar CEO Emiten, pemerintah, akademisi, serta publik untuk mengulas beragam isu ekonomi nasional, dengan mengusung semangat kolaborasi lintas sektor yang diselenggarakan oleh Harian Kompas.




/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F09%2F13%2F2a223d646f2ac068528c422c1f4ad7af-TAP_Media_Visit_EBL_3_.jpeg)
Menjaga Lahan Sawit Bebas Api di Musim Kemarau
Pencegahan kebakaran hutan dan lahan menjadi tanggung jawab semua pihak. Perusahaan sawit berupaya melengkapi sarana pemadam kebakaran agar masyarakat sekitar aman.

Saham Second Liner Masih Prospektif hingga Akhir 2026, Ini Katalisnya
Saham lapis kedua atau second liner menunjukkan daya tahan yang relatif lebih baik dibandingkan sejumlah indeks saham utama sepanjang 2026

EMAS Melonjak 10,44 Persen, Ini Deretan Saham Kompas100 yang Menguat
Meskipun indeks Kompas100 berada di zona merah, sejumlah saham pertambangan dan komoditas seperti EMAS dan BRMS justru menunjukkan penguatan signifikan pada Senin (24/8/2026).
Informasi pada halaman ini disediakan untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Informasi tersebut bukan penawaran, ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual efek tertentu. Setiap keputusan investasi harus dibuat berdasarkan tujuan, profil risiko, analisis, dan pertimbangan masing-masing investor.